18.3.12

Ekologi

Pengertian Ekologi
     Ekologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu "oikos" yang berarti rumah tangga, dan "logos" yang berarti studi, atau mempelajari. Jadi secara harfiah ekologi berarti Ilmu yang mempelajari rumah tangga. Dalam hal ini adalah rumah tangga makhluk hidup. Dengan kata lain Ekologi mempelajari lingkungan rumah tangga dari seluruh makhluk hidup, di dalam rumah tangganya, serta seluruh proses yang berfungsi yang berfungsi untuk memungkinkan rumah itu dihuni para penghuninya (Odum, 1983 dalam Soerjani, 2005). Ekologi mengungkapkan secara utuh menyeluruh pola, tatanan dan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan sesamanya dan dengan semua faktor dalam lingkungan hidupnya itu.


Sejarah Ekologi

Istilah Ekologi mulai diperkenalkan pada tahun 1869 oleh Ernst Haeckel, seorang ahli biologi Jerman. Ernst Haeckel menekankan adanya hubungan timbal balik antar semua komponen kehidupan dalam satu sistem. Meskipun demikian,konsep konsep ekologi telah mulai diperkenalkan sejak jaman Yunani kuno oleh tokoh - tokoh seperti Hipocrates dan Aristoteles.

Pada awalnya ekologi masih dianggap sebagai cabang dari biologi, namun seiring dengan makin merebaknya isu mengenai lingkungan hidup ekologi mulai dilihat sebagai ilmu tersendiri yang interdisiplin, serta berdasarkan disiplin yang integratif yang mengkaitkan berbagai proses fisik dan hayati. Ekologi bahkan digunakan untuk menjelaskan seluk beluk kota dengan apa yang disebut ekologi kota, seluk beluk administrasi dalam ekologi administrasi dan sebagainya.

Pembagian Ekologi 

Awalnya, ekologi dapat dibagi dalam dua cabang yaitu Ekologi tumbuhan (plant ecology) dan ekologi hewan (animal ecology). Namun pembagian ini dirasa kurang tepat karena dalam konsep komunitas(masyarakat makhlik hidup) tumbuhan dan hewan sulit untuk dipisahkan. Untuk itu selanjutnya diperkenalkan pembagian ekologi yang lain yaitu menjadi : autoekologi, yang memusatkan perhatian pada satu makhluk hidup dan sinekologi, yang membahas atau mempelajari lebih dari satu jenis makhluk hidup.

Dalam autoekologi, misalnya ekologi manusia, meskipun perhatian dipusatkan pada permasalahan manusia bukan berarti sama sekali tidak membahas makhluk hidup lain yang tentunya memiliki hubungan atau keterkaitan dengan kehidupan manusia. Hanya saja permasalahan lebih dititik beratkan atau difokuskan pada manusia.

Dalam sinekologi, yang dibahas adalah lebih dari satu jenis makhluk hidup sehingga tidak ada yang menjadi fokus utama, misalnya pada ekologi hutan tropika, semua makhluk hidup yang berada dalam hutan tropika menjadi bahan kajian berikut hubungan satu dengan yang lain. Demikian pula dalam ekologi laut (marine ecology) dan lain lain.     

No comments:

Post a Comment