28 September, 2010

Peran penyuluh pertanian dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang tangguh demi kemantapan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani

           Penyuluh dan penyuluhan pertanian diperlukan sebagai sarana guna menumbuhkembangkan kemampuan (pengetahuan, sikap dan keterampilan) petani dan nelayan sehingga secara mandiri mereka dapat mengelola unit usahanya secara lebih baik dan menguntungkan sehingga dapat memperbaiki pola hidup menjadi lebih layak dan sejahtera bagi keluarganya. Kegiatan penyuluhan pertanian dapat menjadi proses belajar bagi petani – nelayan sehingga tercipta kemampuan kerja sama yang lebih efektif agar mereka mampu menerapkan inovasi, mengatasi berbagai resiko kegagalan usaha, menerapkan skala usaha yang ekonomis untuk memperoleh pendapatan yang layak dan sadar akan peranan serta tanggung jawabnya sebagai pelaku pembangunan, khususnya pembangunan pertanian

           Terwujudnya pertanian Indonesia yang tangguh di masa depan untuk kemantapan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani bergantung juga kepada peran penyuluh pertanian lapangan. Kehadiran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan peranan penyuluh pertanian di tengah-tengah masyarakat tani di desa masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan sumber daya manusia (petani) sehingga mampu mengelola sumber daya alam yang ada secara intensif demi tercapainya peningkatan produktifitas dan pendapatan atau tercapainya ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi.Melalui penyelenggaraan penyuluh pertanian pemberdayaan petani – nelayan dan keluarganya dapat dicapai sehingga terwujud petani – nelayan yang tangguh sebagai salah satu komponen untuk membangun pertanian yang maju, efisien dan tangguh guna terwujudnya masyarakat sejahtera.
Penyuluh pertanian, melalui kegiatan penyuluhan dapat membantu petani dalam:
(1). Menganalisis situasi yang sedang dihadapi dan melakukan perkiraan ke depan;
(2). Menyadarkan terhadap kemungkinan timbulnya masalah dari analisis tersebut;
(3). Meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan wawasan terhadap suatu masalah, serta membantu menyusun kerangka berdasarkan pengetahuan yang dimiliki petani;
(4). Membantu petani memperoleh pengetahuan yang khusus berkaitan dengan cara pemecahan masalah yang dihadapi serta akibat yang ditimbulkannya sehingga mereka mempunyai berbagai alternatif tindakan;
(5). Membantu petani memutuskan pilihan tepat yang menurut pendapat mereka sudah optimal;
(6). Meningkatkan motivasi petani untuk dapat menerapkan pilihannya;
(7). Membantu petani untuk mengevaluasi dan meningkatkan keterampilan mereka dalam membentuk pendapat dan mengambil keputusan.

           Penyuluh pertanian berperan sebagai fasilitator, motivator dan sebagai pendukung gerak usaha petani merupakan titik sentral dalam memberikan penyuluhan kepada petani – nelayan akan pentingnya berusaha tani dengan memperhatikan kelestarian dari sumber daya alam. Kesalahan dalam memberikan penyuluhan kepada petani – nelayan akan menimbulkan dampak negatif dan merusak lingkungan. Proses penyelenggaraan penyuluhan pertanian dapat berjalan dengan baik dan benar apabila didukung dengan tenaga penyuluh yang profesional, kelembagaan penyuluh yang handal, materi penyuluhan yang terus-menerus mengalir, sistem penyelenggaraan penyuluhan yang benar serta metode penyuluhan yang tepat dan manajemen penyuluhan yang polivalen.

           Disamping itu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga memiliki tugas meniadakan hambatan yang dihadapi seorang petani dengan cara menyediakan informasi dan memberikan pandangan mengenai masalah yang dihadapi. Informasi tentang pengelolaan sumber daya alam dengan teknologi yang baik dan benar sesuai dengan kondisi lahan sangat bermanfaat bagi petani – nelayan untuk meningkatkan hasil produksinya tanpa harus merusak lingkungan usaha taninya sehingga dapat meminimalisir degradasi lahan dan kerusakan lingkungan.
Dengan demikian penyuluhan pertanian sangat penting artinya dalam hal membantu petani dan keluargannya, sehingga memiliki kemampuan menolong dirinya sendiri sehingga pada akhirnya akan terwujud pertanian Indonesia yang tangguh di masa depan untuk kemantapan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar