Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts

21.12.11

Pengertian,Jenis, Cara dan Fungsi Pengendalian (Kontrol) Sosial

        
PENGENDALIAN SOSIAL
Dalam kehidupan sehari-hari, sepanjang semua anggota masyarakat bersedia menaati aturan yang berlaku, hampir bisa dipastikan kehidupan bermasyarakat akan bisa berlangsung dengan lancar dan tertib. Tetapi, berharap semua anggota masyarakat bisa berperilaku selalu taat, tentu merupakan hal yang mahal. Di dalam kenyataan, tentu tidak semua orang akan selalu bersedia dan bisa memenuhi ketentuan atau aturan yang berlaku dan bahkan tidak jarang ada orang-orang tertentu yang sengaja melanggar aturan yang berlaku untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

25.8.11

Perubahan sosial

           Perubahan sosial sering dimaknai sebagai fakta intuitif; suatu gejala atau perubahan yang hanya diyakini sebagai perubahan oleh sebagian kelompok masyarakat namun tidak oleh kelompok masyarakat lainnya. Namun menurut lauer (1989) perubahan sosial bukanlah sebuah fakta intuitif dan bukan pula sesuatu yang sama dengan fakta intuitif. Perubahan sosial merupakan perubahan fenomena sosial di berbagai tingkat kehidupan manusia, mulai dari tingkat individual sampai dengan tingkat dunia.

       Menurut Moore (1967) perubahan sosial merupakan perubahan penting dari struktur sosial. Struktur sosial sendiri diartikan sebagai pola pola prilaku dan interaksi sosial yang terjadi dalam suatu masyarakat.

        Harper (1989) mendefinisikan perubahan sosial sebagai pergantian (perubahan) yang signifikan tentang struktur sosial dalam kurun waktu tertentu.

        Ada beberapa tipe perubahan struktur sosial yang mungkin terjadi yaitu:
1. perubahan dalam personel (changes in personnel). Berkaitan dengan perubahan peran dan individu individu baru dalam sejarah kehidupan manusia yang berkaitan dengan keberadaan struktur.
2. Perubahan daam cara bagian bagian dari struktur berhubungan (changes in the way parts of structures relate). Menyangkut hubungan hubungan peran (role relationships) misalnya perubahan hubungan peran peran dalam keluarga.
3. Perubahan dalam fungsi-fungsi struktur (changes in the functions of structures). Berkaitan dengan apa dan bagaimana masyarakat melakukan sesuatu. Misalnya perubahan cara penanganan terhadap pecandu obat-obatan terlarang dll.
4. Perubahan dalam hubungan antar struktur yang berbeda. (changes in the relationships between different structures).
5. Kemunculan struktur baru (the emergence of new structures)

        Selain itu disebutkan pula ada 5 hal yang perlu dibedakan dalam mengkaji masalah perubahan sosial yaitu:
1. Tingkat/tahap perubahan (level of changes)
2. Waktu yang berbeda (different time frames)
3. Sebab – sebab perubahan (causes of changes)
4. Bagaimana perubahan tersebut berhubungan dengan intensitas manusia atau agen (how changes related to human intentions or agency)
5. Hal lain yang berhubungan dengan perubahan.

21.3.11

Kebudayaan dan pertanian masyarakat desa di Indonesia

           Ciri-ciri yang mendasari kebudayaan dan pertanian ( masyarakat desa) di Indonesia:

1. Masyarakat desa di Indonesia umumnya merupakan masyarakat agraris yang mandiri, dalam arti mampu memenuhi sendiri kebutuhannya (sandang, pangan dan papan).

2. Kebudayaan dan pertanian masyarakat desa di Indonesia terlokalisir atau berada pada lokasi tertentu dalam satu kesatuan sosial dengan aturan, norma ataupun adat- istiadat yang mengatur masyarakatnya. Memiliki struktur sosial dan kekuasaan tertentu yang mengatur sendiri daerah maupun anggota masyarakatnya.

3. Hubungan antar anggota masyarakatnya terjalin secara dekat, akrab dan kekeluargaan. Karena memiliki ikatan kebersamaan secara kedaerahan, etnisitas (kesukuan), maupun karena adanya hubungan kekerabatan(genealogis).